Apa kabar hutan Indonesia? Apa kabarnya bumi pertiwi kita hari ini? Keadaan hutan sedang tidak baik-baik saja, begitu bukan? Tempat yang menjadi kepalan oksigen, sumber pangan , dan sumber kehidupan makhluk hidup kini perlahan berkurang dan bahkan mulai menghilang. Tempat yang menjadi perlindungan, habitat tumbuhan dan hewan yang juga perlahan habis dan terkikis oleh keserakahan manusia. Ya, oleh diri kita sendiri.

Penggunaan sumber daya alam yang berlebihan dan tanpa dibatasi oleh hukum yang kuat sehingga keadaan hutan kini sedang tidak baik-baik saja.

Hutan yang dulunya dipenuhi warna kehijauan pepohonan kini telah hilang dan dibabat hingga menjadi gundul. Hutan yang gundul inilah pada akhirnya akan membawa pengaruh besar di kehidupan kita saat ini. Apa saja contohnya? Banjir, tanah longsor, kekurangan sumber pangan, kekurangan lahan, perubahan iklim, dan kekurangan oksigen. Mengapa kerusakan hutan dapat menyebabkan dampak seperti ini?

·        Banjir

Hutan yang gundul dapat menyebabkan banjir? Tentu saja. Akar pohon atau akar tumbuhan yang berperan sebagai penyerapan air yang banyak ketika hujan kini telah hilang. Karena penebangan pohon sembarangan, hingga menjadikan hutan yang gundul sehingga kurangnya daerah resapan air. Ketika hujan datang, resapan air yang tidak stabil dan melebaknya air hujan kemana-mana sehingga ini akan menyebabkan banjir.

·        Tanah longsor

Apa yang ada di pikiran kalian ketika mendengar tanah longsor? Tanah bergerak, perpecahan tanah, belahnya permukaan tanah dengan lapisan yang dalam. Ya, tanah longsor biasanya terjadi pada musim hujan dan pada hutan yang gundul. Hal ini di karenakan tanah yang gundul tidak memiliki akar pepohonan sebagai penopang tanah, sehingga ketika hujan tanah menjadi jebol dan begeser yang menimbulkan tanah longsor

·        Kekurangan sumber pangan

Manusia adalah makhluk hidup yang membutuhkan sumber makanan dari tumbuhan dan hewan. Jika saat ini Indonesia mengalami kerusakan hutan, lantas bagaimana manusia mampu mempertahankan hidupnya? Sementara pohon-pohon yang biasa dijadikan sumber pangan telah dibabat oleh kita sendiri. Kekurangan sumber pangan yang dimaksud disini ialah berkurangnya jenis tumbuh-tumbuhan yang bisa dijadikan sumber pangan, seperti kopi, lada, karet, dan cengkeh.

Seperti halnya pada jaman purba yang dimana kehidupan manusia saat itu ialah berburu dan bercocok tanam. Namun sebaliknya pada masa ini yang dimana  manusia hanya tahu cara menghabiskan, merusak, dan membuangnya. Disinilah peran generasi muda mulai diharapkan kepedulian dan kerja samanya.

Kerusakan hutan tidak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga pada makhluk hidup lainnya. Dampaknya juga tidak hanya saat ini  tapi juga akan berdampak pada kehidupan dimasa yang akan datang. Lalu apa yang bisa kita lakukan agar keadaan ini menjadi lebih baik dan dapat berguna kembali bagi anak cucu kita nanti?. Sebagai generasi muda, saya sangat memprihatinkan keadaan ini. Semua acuh dan bersikap seolah semua baik-baik saja. Apa kabarnya pemimpin? Apa kabarnya generasi muda?  Semua diam dan membungkam.

Bagaimana seandainya saya menjadi pemimpin? Tentu saya akan lindungi hutan melalui mengaktifkan peran generasi muda sebagai pemuda peduli lingkungan. Melindungi hutan, merawat, dan mulai mencegah adalah suatu tindakan nyata yang sangat perlu dilakukan.

Melindungi hutan ialah menjaga dan tetap menstabilitaskan keadaan hutan. Bagaimana caranya? melalui pengawasan yang ketat dan memberlakukan hukum yang kuat, setidaknya ini mampu menstabilkan keadaan hutan. Melalui pengawasan yang ketat, sehingga dapat meminimalisir penebangan pohon sembarangan dan manusia akan mulai menerapkan sistem tebang pilih. Sementara melalui pemberlakuan hukum yang kuat juga akan mengehentikan keserakahan manusia dalam penggunaan sumber daya alam yang berlebihan. Dalam penggunaan sumber daya alam, manusia memang memegang peranan penting, namun dalam perjalanannya manusia mulai menyalahgunakan keadaan yang ada. Sehingga manusia perlu diatur oleh manusia melalui sistem hukum yang berlaku.

Merawat hutan melalui pengembangan bakti sosial. Tidak jarang pastinya kita, aku ataupun kamu pernah melihat sampah berserakan di ruang lingkup yang luas, seperti di pantai, pinggir jalan, dan juga di hutan. Merawat hutan agar masih terlihat hijaunya pohon ialah melalui pengembangan bakti sosial, yaitu melalui pembersihan sampah di kawasan hutan yang tercemar. Langkah sederhana yang bisa dilakukan bersama dan tentunya dilakukan dengan senang hati.   

“satu pohon sejuta manfaat”

 


Mencegah adalah suatu tindakan nyata yang harus dilakukan. Mengaktifkan peran generasi muda sebagai pemuda peduli lingkungan adalah perantara yang bisa saya upayakan seandainya menjadi pemimpin. Dimulai dari pembangunan organisasi-organsasi yang menyangkut kepentingan lingkungan dalam lingkup perkantoran/sekolah adalah langkah awal dalam memudahkan penyampaian aspirasi pemuda dalam peduli lingkungan. Dalam tindakan nyata, sebagai pemuda peduli lingkungan ialah melakukan penanaman pohon dibeberapa daerah yang rawan terjadi bencana dan penanaman pohon pada daerah yang gundul. Pencegahan ini mungkin tidak terlihat secara instan, tapi dengan cara ini ialah memberikan manfaat yang luar biasa pada masa yang akan datang.

Begitu banyak cara yang sebenarnya bisa kita lakukan untuk mempertahankan keadaan bumi pertiwi ini. Tidak ada yang sia-sia jika telah dilakukan dengan hati yang tulus. Dimulai dari kesadaran, niat dan tindakan dalam mempertahankan lingkungan, kamu telah menjadi generasi muda yang berkarakter dan berbudi pekerti luhur.