Apa kabar hutan Indonesia? Apa kabarnya bumi pertiwi kita hari
ini? Keadaan hutan sedang tidak baik-baik saja, begitu bukan? Tempat yang
menjadi kepalan oksigen, sumber pangan , dan sumber kehidupan makhluk hidup
kini perlahan berkurang dan bahkan mulai menghilang. Tempat yang menjadi
perlindungan, habitat tumbuhan dan hewan yang juga perlahan habis dan terkikis
oleh keserakahan manusia. Ya, oleh diri kita sendiri.
Penggunaan sumber daya alam yang berlebihan dan tanpa dibatasi
oleh hukum yang kuat sehingga keadaan hutan kini sedang tidak baik-baik saja.

Photo by Ybanez Vijeysechan Hamadi on Unsplash
Hutan yang dulunya dipenuhi warna kehijauan pepohonan kini telah hilang dan dibabat hingga menjadi gundul. Hutan yang gundul inilah pada akhirnya akan membawa pengaruh besar di kehidupan kita saat ini. Apa saja contohnya? Banjir, tanah longsor, kekurangan sumber pangan, kekurangan lahan, perubahan iklim, dan kekurangan oksigen. Mengapa kerusakan hutan dapat menyebabkan dampak seperti ini?
·
Banjir
Hutan yang gundul dapat menyebabkan banjir? Tentu saja. Akar pohon
atau akar tumbuhan yang berperan sebagai penyerapan air yang banyak ketika
hujan kini telah hilang. Karena penebangan pohon sembarangan, hingga menjadikan
hutan yang gundul sehingga kurangnya daerah resapan air. Ketika hujan datang,
resapan air yang tidak stabil dan melebaknya air hujan kemana-mana sehingga ini
akan menyebabkan banjir.
· Tanah longsor
Apa yang ada di pikiran kalian ketika mendengar tanah longsor? Tanah bergerak, perpecahan tanah, belahnya permukaan tanah dengan lapisan yang dalam. Ya, tanah longsor biasanya terjadi pada musim hujan dan pada hutan yang gundul. Hal ini di karenakan tanah yang gundul tidak memiliki akar pepohonan
sebagai penopang tanah, sehingga ketika hujan tanah menjadi jebol dan begeser
yang menimbulkan tanah longsor
·
Kekurangan
sumber pangan
Manusia adalah makhluk hidup yang membutuhkan sumber makanan dari tumbuhan dan hewan. Jika saat ini Indonesia mengalami kerusakan hutan, lantas bagaimana manusia mampu mempertahankan hidupnya? Sementara pohon-pohon yang biasa dijadikan sumber pangan telah dibabat oleh kita sendiri. Kekurangan sumber pangan yang dimaksud disini ialah berkurangnya jenis tumbuh-tumbuhan yang bisa dijadikan sumber pangan, seperti kopi, lada, karet, dan cengkeh.
Seperti halnya pada jaman purba yang dimana kehidupan manusia saat
itu ialah berburu dan bercocok tanam. Namun sebaliknya pada masa ini yang dimana
manusia hanya tahu cara menghabiskan,
merusak, dan membuangnya. Disinilah peran generasi muda mulai diharapkan
kepedulian dan kerja samanya.
Kerusakan hutan tidak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga
pada makhluk hidup lainnya. Dampaknya juga tidak hanya saat ini tapi juga akan berdampak pada kehidupan
dimasa yang akan datang. Lalu apa yang bisa kita lakukan agar keadaan ini
menjadi lebih baik dan dapat berguna kembali bagi anak cucu kita nanti?.
Sebagai generasi muda, saya sangat memprihatinkan keadaan ini. Semua acuh dan
bersikap seolah semua baik-baik saja. Apa kabarnya pemimpin? Apa kabarnya
generasi muda? Semua diam dan
membungkam.
Bagaimana seandainya saya menjadi pemimpin? Tentu saya akan lindungi
hutan melalui mengaktifkan peran generasi muda sebagai pemuda peduli lingkungan.
Melindungi hutan, merawat, dan mulai mencegah adalah suatu tindakan nyata yang
sangat perlu dilakukan.
Melindungi hutan ialah menjaga dan tetap menstabilitaskan keadaan
hutan. Bagaimana caranya? melalui pengawasan yang ketat dan memberlakukan hukum
yang kuat, setidaknya ini mampu menstabilkan keadaan hutan. Melalui pengawasan
yang ketat, sehingga dapat meminimalisir penebangan pohon sembarangan dan manusia
akan mulai menerapkan sistem tebang pilih. Sementara melalui pemberlakuan hukum
yang kuat juga akan mengehentikan keserakahan manusia dalam penggunaan sumber
daya alam yang berlebihan. Dalam penggunaan sumber daya alam, manusia memang
memegang peranan penting, namun dalam perjalanannya manusia mulai
menyalahgunakan keadaan yang ada. Sehingga manusia perlu diatur oleh manusia
melalui sistem hukum yang berlaku.
Merawat hutan melalui pengembangan bakti sosial. Tidak jarang
pastinya kita, aku ataupun kamu pernah melihat sampah berserakan di ruang
lingkup yang luas, seperti di pantai, pinggir jalan, dan juga di hutan. Merawat
hutan agar masih terlihat hijaunya pohon ialah melalui pengembangan bakti
sosial, yaitu melalui pembersihan sampah di kawasan hutan yang tercemar. Langkah
sederhana yang bisa dilakukan bersama dan tentunya dilakukan dengan senang
hati.
“satu pohon sejuta manfaat”
Mencegah adalah suatu tindakan nyata yang harus dilakukan. Mengaktifkan
peran generasi muda sebagai pemuda peduli lingkungan adalah perantara yang bisa
saya upayakan seandainya menjadi pemimpin. Dimulai dari pembangunan organisasi-organsasi
yang menyangkut kepentingan lingkungan dalam lingkup perkantoran/sekolah adalah
langkah awal dalam memudahkan penyampaian aspirasi pemuda dalam peduli
lingkungan. Dalam tindakan nyata, sebagai pemuda peduli lingkungan ialah
melakukan penanaman pohon dibeberapa daerah yang rawan terjadi bencana dan penanaman
pohon pada daerah yang gundul. Pencegahan ini mungkin tidak terlihat secara
instan, tapi dengan cara ini ialah memberikan manfaat yang luar biasa pada masa
yang akan datang.
Begitu banyak cara yang sebenarnya bisa kita lakukan untuk
mempertahankan keadaan bumi pertiwi ini. Tidak ada yang sia-sia jika telah
dilakukan dengan hati yang tulus. Dimulai dari kesadaran, niat dan tindakan
dalam mempertahankan lingkungan, kamu telah menjadi generasi muda yang
berkarakter dan berbudi pekerti luhur.



0 Komentar